Services

Konsultasi

Kami menggunakan pendekatan yang menekankan pada proses consulting untuk memastikan adanya transfer pengetahuan dari konsultan ke perusahaan dalam penanganan yang kami berikan.

A. WORK LOAD ANALYSIS
Pertumbuhan dan kemajuan organisasi harus diimbangi dengan kualitas SDM yang memadai disertai dengan ketepatan dan kecepatan pemenuhan kebutuhannya. Di samping itu juga tantangan untuk mempertahankan nilai kompetitif adalah dengan menjaga produktifitas dari sumber daya yang ada.

Tidak dapat disangkal bahwa kita melihat juga bahwa terjadi ketidakrataan produktifitas karyawan yang ada. Di bagian-bagian tertentu terjadi penumpukan pekerjaan. Namun di bagian yang lain, kita melihat banyak karyawan yang belum bekerja dengan optimal. Sementara itu juga, Manajemen juga kesulitan merumuskan formula yang tepat untuk menetapkan jumlah kebutuhan tenaga kerja pada tiap unit yang ada. Jika permintaan tersebut tidak terpenuhi, operasional kerja bisa saja terganggu. Tentu saja hal ini tidak diinginkan oleh manajemen karena pasti akan berdampak pada penurunan kinerja.

Pesatnya kompetisi bisnis menetapkan persyataan demi peningkatan kualitas, membuat organisasi harus mempunyai ketentuan yang mengatur tentang formasi tenaga kerja. Oleh karena itu manajemen perlu membuat perhitungan analisa beban kerja untuk penetapan formasi tenaga kerja, sehingga dapat dijadikan sebagai dasar yang jelas untuk melakukan perencanaan tenaga kerja di masing-masing unit kerja.

B. MANAJEMEN KARIR
Tugas penting manajemen perusahaan salah satunya adalah mendayagunakan SDM agar mampu dan mau bekerja secara optimal demi tercapainya tujuan organisasi. Karyawan akan mampu dan juga mau bekerja dengan baik bilamana ia ditempatkan pada posisi dan jabatan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya; serta bila ia bisa memenuhi berbagai kebutuhannya dengan melakukan pekerjaan itu. Hal tersebut dapat diartikan bahwa karyawan harus ditempatkan pada jabata-jabatan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya dengan tidak melupakan pertimbangan upaya pemenuhan kebutuhannya.

Karena itu penting disusun Manajemen Karir. Perencanaan karir adalah suatu proses yang bertujuan agar karir SDM perusahaan dapat dikembangkan sesuai dengan bakat dan kemampuannya sehingga bisa berfungsi dengan baik dan optimal bagi perusahaan. Penempatan karyawan pada jabatan yang sesuai tidak selalu mudah untuk dilakukan. Penempatan yang sesuai tersebut perlu didasarkan pada pengetahuan yang lengkap tentang karakteristik karyawan, karakteristik jabatan dan kesesuaian antara kedua jenis karakteristik tersebut.

C. PENYUSUNAN KAMUS KOMPETENSI
Competence Based Human Resources Management (CBHRM) merupakan pengelolaan pegawai secara optimal yang prosesnya didasarkan pada informasi tentang kebutuhan kompetensi dalam organisasi dan informasi tentang kompetensi individu. Implementasi CBHRM merupakan salah satu inisiatif strategis yang disiapkan untuk mentransformasikan SDM. Pengembangan CBHRM merupakan kata kunci agar perusahaan yang sukses memiliki life cycle yang panjang.

Untuk menuju CBHRM, maka yang paling mendasar adalah perusahaan melakukan profilling competency, yaitu kegiatan untuk memotret kebutuhan kompetensi setiap pemangku jabatan yang ada di dalam perusahaan, baik struktural maupun fungsional. Hasil profilling competency tersebut akan disusun dalam suatu Kamus Kompetensi (Directory Competency) dan Kebutuhan Kompetensi Jabatan (KKJ) yang menjadi landasan untuk melakukan berbagai proses implementasi manajemen sumberdaya manusia berbasis kompetensi, antara lain : Rekrutmen & Seleksi, Pengembangan Karyawan, Manajemen Kinerja, Pengembangan Karir, Sistem Imbal Jasa dan Talent Management.

D. PENYUSUNAN DISAIN ORGANISASI
Untuk mendapatkan SDM yang unggul haruslah ditunjang dengan serangkaian HR Planning & Process yang strategis, terstruktur, dan integral. Untuk menjawab kebutuhan tersebut sistem pengelolaan terhadap karyawan, harus dilakukan seefektif serta seobyektif mungkin. Dimulai dari tahapan merumuskan visi misi perusahaan, menetapkan struktur organisasi serta job description yang relevan.

Diawali dengan melakukan riviu terhadap organisasi dan job description sesuai dengan fungsi yang seharusnya yang ada di dalam organisasi. Dengan demikian diharapkan akan dapat lebih memperjelas tugas dan tanggung jawab setiap karyawan sesuai dengan fungsi seharusnya, serta untuk menghindarkan adanya tumpang tindih tugas antar karyawan.

E. PENYUSUNAN KPI
Untuk mendapatkan SDM yang unggul haruslah ditunjang dengan serangkaian HR Planning & Process yang strategis, terstruktur, dan integral. Untuk menjawab kebutuhan tersebut sistem pengelolaan terhadap karyawan, harus dilakukan seefektif serta seobyektif mungkin.

Menjawab kebutuhan tersebut, organisasi perlu memperhatikan sistem pengelolaan SDM khususnya dalam menetapkan dan memantau serta mengevaluasi kinerja karyawan. Untuk melaksanakan dan mendapatkan hasil pengukuran kinerja yang efektif dan obyektif serta komprehensif selaras dengan strategy perusahaan, maka perlu disusun Key Performance Indicators (KPI) dengan berbasis pada Balanced Scorecard.

Dengan pembenahan dan penyempurnaan KPI dengan berbasis pada Balanced Scorecard, maka Manajemen akan memiliki Pedoman KPI yang jelas, komprehensif, dan obyektif selaras dengan sasaran kinerja perusahaan mulai dari tingkatan korporat, departemen sampai dengan individu. Dalam penerapannya hasil yang akan diperoleh oleh organisasi berupa profil tingkat kinerja pegawai secara fair dan obyektif. Sehingga hal tersebut akan membantu Manajemen dalam menentukan program pengembangan dan pelatihan, pengelolaan serta penetapan sistem reward-nya.

F. PENDAMPINGAN KARYAWAN DENGAN TUJUAN KHUSUS

Please follow and like us: