Artikel

BELIEF IN HUMAN POTENTIAL FOR GREATNESS : The Basic Spirit of Coaching

Agar seseorang mempunyai kualitas seorang leader, mereka membutuhkan Coach atau Mentor yang akan membantu mereka menemukan insight dan memberikan dukungan untuk mencapainya.  Leader yang berhasil adalah mereka yang mampu membuat anggota tim menemukan dan menyadari  potensi terbaik dari dirinya. Kesadaran inilah yang akan menjadi energi pendorong yang besar, yang akan membantu pencapaian goal yang diharapkan. Leader adalah inspirator yang punya passion kuat untuk ‘membesarkan’ orang lain tanpa syarat.

Spirit dasar seorang Pemimpin atau Pimpinan sebagai Coach adalah percaya terhadap potensi manusia yang sangat besar. Mereka  mempunyai keyakinan  bahwa setiap individu adalah unik dan mempunyai kapasitas besar untuk dikembangkan dengan keunikan yang dimilikinya. Keunikan  ini harus diapresiasi secara khusus agar dapat berkembang optimal. John C. Maxwell mengatakan “Belief lift your talent. Your talent will not be lifted to the highest level unless you also have belief.” Menurut Maxwell  keyakinan bahwa setiap orang punya potensi sangat besar akan menjadi pengungkit bagi talenta atau  bakat baik bagi leader sendiri maupun bagi anggota team.  Berikut adalah hubungan timbal balik yang akan terjadi.

Meningkatkan kemampuan kita untuk melakukan Coach karena kita percaya setiap orang punya potensi besar. Dengan melihat potensi besar seseorang, maka kita akan termotivasi untuk mendorong mereka untuk berkembang. Sikap positif yang kita tunjukkan ini akan membantu Coachee untuk mengembangkan kemampuan mereka  karena mereka percaya terhadap potensi diri yang dimiliki.

Di sisi yang lain bagi atasan, meyakini potensi diri yang besar yang dimiliki akan membantu meningkatkan kemampuan untuk melakukan Coaching. Dampak berikutnya, akan mendorong kemampuan anggota tim kita karena yakin bahwa kita punya potensi besar untuk menjadi Coach bagi mereka. Efek positif yang terjadi akan berlipat-lipat ketika terjadi hubungan positif antara Coach dan Coachee. Atasan menerima bawahan apa adanya dengan mengabaikan kinerja / kondisinya saat sekarang akan sangat menbantu terjadi proses coaching.

John Powell pengarang dari Fully Human Fully Alive mengatakan bahwa rata-rata seseorang hanya menampilkan  10% dari potensi yang dimilikinya, melihat hanya 10 % dari keindahan yang ada di sekitar mereka, mendengar hanya 10 % daru sebuah music atau puisi, mencium hanya 10 % dari wewangian dan merasakan hanya 10% dari sebuah rasa. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kebanyakan orang belum memanfaatkan potensinya secara optimal dari berbagai situasi yang dihadapi dalam lingkungan setiap harinya. Dengan bantuan Coach, maka potensi besar yang dimiliki akan dapat dikembangkan dengan lebih optimal.

Seorang leader harus percaya bahwa seorang karyawan atau individu selalu mungkin untuk menghasilkan lebih dari yang ditampilkannya saat sekarang.  Hal itu bisa saja penampilan fisik yang lebih baik, kinerja yang lebih unggul, atau hubungan yang lebih harmonis dengan orang lain. Pemimpin sebagai Coach diharapkan mampu melihat sisi positif yang dapat dikembangkan dari karyawan yang kinerjanya rendah, buruk dalam hubungan interpersonal atau jadi trouble maker dalam tim. Menyimak kembali quote dari Zig Ziglar di atas, sisi positif seorang individu  — meskipun sedikit – jika kita dapat memberikan coaching yang sesuai, maka akan membuat diri orang tersebut menjadi bernilai secara pribadi dan dapat memberikan sumbangan yang banyak kepada lingkungannya. (*)

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *